Malam kembali menyapa. Semakin hari rasanya waktu semakin cepat. Entah aku yang berlalu begitu cepat atau aku yang hanya terdiam membisu membiarkan waktu terus-terusan berjalan tanpa mengiringinya.
Aku yang lagi-lagi tersadar oleh malam, adakah aku yang mencapai dari sebuah tujuan? atau adakah aku yang justru mempersulit untuk mencapai tujuan tersebut? Semua alasan-alasan begitu menggunung, meluber ketika dipecahkan.
Perasaan diantara kenyamanan dan tidak enak. Nyaman dalam artian benar-benar menikmati keadaan sekarang yang memang masa-masa akhir diperkuliahan. Namun nyatanya, rasa tidak enakkan juga menghantui. Dituntut untuk segera menyelesaikan akhir dari masa study.
Aku tahu, itu adalah hal yang wajar. Bahkan aku juga ingin segera menyelesaikannya. Hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk itu. Apakah aku salah bersikap demikian? Tentu saja ada dua persepsi ya dan tidak. Bahkan batinku sendiri bergejolak tak bisa mengatakan 100% untuk 'ya' ataupun 100% untuk 'tidak'.
Aku hanya menjalankan apa yang bisa aku jalankan sekarang. Menyicil sedikit demi sedikit untuk hal yang tak akan bisa aku lakukan lagi jika sudah mengakhiri masa study nanti. Mungkin memang ada rasa sedikit menyesal tak menomor satukan (fokus) menyelesaikan kewajiban dari study. Tetapi aku lebih banyak akan menyesal jika perkuliahan hanya diisi dengan datang kuliah, pulang, warung kopi, ngemol, hangout sukaria bersama teman dan study berakhir.
Hidup tak ada makna jika datar sedemikian rupa. Dan aku bukanlah seseorang penikmat dari kedataran hidup. Bahkan aku banyak memaknai hidup dari aktivitas beragam macam yang telah aku lewati. Namun, yang selalu aku sesali mungkin disetiap kesibukan aku sering melupakanNya. Maafkan aku, hamba yang penuh dosa ini. Bimbing aku selalu di jalanMu. Aku tahu, setiap kepenatan dan pencapaian titik jenuhku karena Engkau rindu. Hingga akhirnya aku memang selalu kalah sebagai hamba. Bersujud di lantai, menghadapMu. Mencurahkan segala kepenatan, sungguh melegakan. Tetap bimbing hambaMu yang rendah ini, Rabb. Aku selalu butuh Engkau di setiap hembusan nafas.
Seperti menjawab pertanyaan yang selalu berlalu lalang, kesabaran selalu diuji. Semakin hari semakin meningkat. Karena akan selalu berbeda setiap orang dalam kehidupan yang bahkan meskipun tujuannya sama pada akhir masa study.
Aku belum mencapai titik tertinggi. Belum mampu mengubah dunia dengan status mahasiswa. Belum bisa menyumbang kebaikan-kebaikan untuk negeri.
Teruntuk kedua orang tua, maaf. Aku memilih jalan sendiri untuk menikmati diri yang masih berstatus mahasiswa.