Minggu, 10 Juli 2016

Menata Kehidupan

Lagi-lagi aku belajar, disetiap waktu dan tempat kemudian perjalanan.

Ketika pilihan selalu datang mendesak, ingatlah mana yang lebih kau setujui dan disertai mana yang lebih penting meski berujung pusing.

Hal yang demikian pasti tak jarang kau rasakan. Hanya saja harus saling mengikhlaskan. Rela meninggalkan salah satu atau semuanya. Karena tidak memilih pun adalah sebuah pilihan, kau yang mengendalikan.

Walaupun diujung pilihan ada rasa kekecewaan, setidaknya kau bisa melihat mana yang benar-benar nyata ada untuk mendukungmu dan mana yang hanya sekadar berbabibu.

Mulailah berpikir kembali, yang awalnya ingin kau perjuangkan namun tak ada dukungan seketika itu pula kau hanya beralih sekali namun kembali tetapi malah dianggap mati, ikhlaskanlah.

Lihat siapa yang memelukmu setiap hari. Siapa yang kemudian akan kau lepas pelukan itu satu persatu dengan jarak yang tak pernah menjadi satu. Tatalah harimu, jangan kau dengar omong kosong mereka yang telah menganggapmu mati.

Kau punya kehidupan, meski tanpa mereka. Walau dicerita yang telah lalu mereka pernah ikut mewarnai. Dan ingatlah, hanya sekadar pernah. Bukan berarti selamanya.

Singkawang, 10 Juli 2016

Kamis, 07 Juli 2016

Meredam Rindu

Sebelumnya ku ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1437H. Taqobbalallahu minna wa minkum. Aamiin.

Sesudahnya aku ingin bercerita sedikit.
Menggoreskan kata yang terbersit.

Hai, apa kabar?...
Aku? Baik-baik saja, meski berlumuran rindu. Tapi tenang, bukan untukmu.

-------------------------------------------------------------------

Kau tau? Bahwa seketika aku merindu. Tapi sayang, aku ragu. Karena aku tak tau, pada siapa rindu menderu.

Resahku tak berujung. Hingga malam yang bermula dari terbukanya mata di pagi hari. Dengan segala keyakinan, kuucap bahwa aku rindu. Meski entah, sesungguhnya ku tak ingin merindu.

Perihal rindu, memang sulit ditebak. Datang sesuka hati meski ia tak punya hati. Namun mampu menyampaikan perasaan. Itulah rindu.

Rinduku ku redam, selalu. Meski tak pernah berhenti ia menyerang. Tetapi dengan sekuat hati aku terus melawan. Menafikkan rasa, apapun bentuknya.

7 Juli 2016.