Selasa, 01 November 2016

Pada Tatap Yang Meneduhkan

Entahlah...
Aku bertemu dengan tatap itu lagi.
Tatap mata yang selalu membuatku merasa teduh.
Dan pada hatimu yang pernah aku singgahi, sungguh, aku tak ingin kembali.

Bisakah kita tak membohongi perasaan? Bisakah kita tak memenangkan ego masing-masing? Bisakah kita saling merendahkan hati untuk memberi arti? Bisakah kita menjaga apa yang seharusnya sudah ada? Bisakah kita tak mengkhianati hati yang selalu menjadi alasan untuk berhenti?

Aku tak menemukan kebahagiaan yang terpancar dari kedua matamu. Ada apa? Ceritalah, sayang.

Pada tatap matamu yang tajam namun meneduhkan. Aku, rindu.

NasyaNurrachma, 22.

Seperti Tercekik

Seperti tercekik..
Mendengar suaramu, namun aku tak bersuara...
Melihatmu, namun kau tak bisa ku tatap...
Berada di sampingmu, namun kau tak bisa kudekap..

Seperti tercekik...
Berada di ruang yang sama, namun kita saling diam membisu...
Membungkam kata-kata lalu seolah menutup mata...
Mematikan perasaan lalu memenangkan gengsi...
Merebah ego namun  masih tak bisa dinego.

Seperti tercekik...
Semua tertawa bahagia namun kita terbalut rasa kaku...
Saling mengobati hati, namun ternyata masih ada yang tersakiti.

Seperti tercekik...
Lalu kita menghujam rasa, agar tak lagi berkelana pada yang sama...

NasyaNurrachma, 22.