Entahlah...
Aku bertemu dengan tatap itu lagi.
Tatap mata yang selalu membuatku merasa teduh.
Dan pada hatimu yang pernah aku singgahi, sungguh, aku tak ingin kembali.
Bisakah kita tak membohongi perasaan? Bisakah kita tak memenangkan ego masing-masing? Bisakah kita saling merendahkan hati untuk memberi arti? Bisakah kita menjaga apa yang seharusnya sudah ada? Bisakah kita tak mengkhianati hati yang selalu menjadi alasan untuk berhenti?
Aku tak menemukan kebahagiaan yang terpancar dari kedua matamu. Ada apa? Ceritalah, sayang.
Pada tatap matamu yang tajam namun meneduhkan. Aku, rindu.
NasyaNurrachma, 22.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar