Sabtu, 07 Mei 2016

Berhenti


Malam semakin pekat. Aku yang tak bisa berpikir dengan jernih hanya bisa berjanji pada diri sendiri secara terus menerus. Padahal aku tak suka janji. Kau tau betapa aku membenci janji? Sekiranya seperti aku tak akan pernah menghiraukan seseorang yang telah ingkar janji.

Apapun putusannya, bagaimanapun tanggapannya, aku akan tetap mengikuti kemauanku. Terkesan egois, padahal sudah sedari lahir.

Mulai sekarang, aku berhenti lagi.

NasyaNurrachma, 22.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar