Sabtu, 07 Mei 2016

Sendu

Matahari tenggelam. Hingga kemudian ia kalah. Tidak berhasil memancarkan sinarnya yang begitu tajam ke bumi. Langit mendung berwarna abu-abu gelap dan bersih tertutup awan menjadi pemenang.

Air menyerbu jatuh ke tanah. Katanya, rindu. Pertemuan air hujan dan tanah yang begitu mengharukan. Padahal akhir-akhir ini mereka sering bertemu melepas rindu.

Kunikmati saja mendung menemani. Toh, hujan selalu jadi teman terbaik. Namun kali ini nyatanya aku tak mampu menikmati hujan. Dan aku kalah terhadap tubuhku sendiri.

Tubuh melemah, yang kemudian dimimpikan dengan segudang kejadian. Entahlah, mungkin karena memang sedang banyak pikiran yang membuat drop. Biar sajalah, pikirku.

Bagaimanapun keadaan alam telah menunjukkan apa yang sedang aku rasakan. Mendung. Gelap. Hujan. Dan tak bercahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar