Sebelumnya ku ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1437H. Taqobbalallahu minna wa minkum. Aamiin.
Sesudahnya aku ingin bercerita sedikit.
Menggoreskan kata yang terbersit.
Hai, apa kabar?...
Aku? Baik-baik saja, meski berlumuran rindu. Tapi tenang, bukan untukmu.
-------------------------------------------------------------------
Kau tau? Bahwa seketika aku merindu. Tapi sayang, aku ragu. Karena aku tak tau, pada siapa rindu menderu.
Resahku tak berujung. Hingga malam yang bermula dari terbukanya mata di pagi hari. Dengan segala keyakinan, kuucap bahwa aku rindu. Meski entah, sesungguhnya ku tak ingin merindu.
Perihal rindu, memang sulit ditebak. Datang sesuka hati meski ia tak punya hati. Namun mampu menyampaikan perasaan. Itulah rindu.
Rinduku ku redam, selalu. Meski tak pernah berhenti ia menyerang. Tetapi dengan sekuat hati aku terus melawan. Menafikkan rasa, apapun bentuknya.
7 Juli 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar