Ini ketika kemampuanku untuk bersabar telah habis. Aku yang bukan manusia penyabar tiba-tiba menjadi sabar tak menentu dengan segala ketentuan yang hasil nyatanya adalah kosong. Bukan tak berarti, aku mendapat kekuatan untuk bersabar lebih lama.
Perihal sekarang, kesabaran ku yang selalu dihabiskan untuk menunggu. Menunggu tanpa kepastian yang katanya untuk menuju masa depan. Namun kenyataan semua seperti khayalan. Aku tak menyalahkan siapa pun. Mungkin saja semesta belum berpihak padaku.
Kau tau, aku masih ingin bertahan dengan keadaan ketika semua orang menyuruhku untuk pergi dari yang sekarang. Mengganti apa yang telah ada dan segera melanjutkan.
Bukan perkara perasaan, ini masalahku dalam menyelesaikan tugas akhir. Aku yang sudah terlalu lama jalan ditempat. Seketika harus melanjutkan ternyata aku terhambat. Habis sudah semangat. Aku tak menentu, seperti tekanan yang terus-terusan menyayat.
Bagi sebagian orang ini hal lumrah bagi mahasiswa yang sedang menyusun, hanya saja ternyata aku tak sekuat mereka yang sudah-sudah. Aku juga tak seberuntung mereka yang mendapat kenyamanan. Tapi aku suka tantangan. Meskipun semua ternyata halangan.
Semua waktu sudah habis terbuang tanpa ada hasil. Aku menghabiskan harta berharga yang tidak bisa dibeli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar